SUWADUK MENUJU DESA SENTRA KERAJINAN KULIT DI PATI

Dengan marak nya produk produk impor yg masuk ke dalam negri dalam era pasar bebas. Para pengusaha lokal khusus nya kerajinan kulit harus siap bersaing dengan mengutamakan kualitas dan model yg penuh inovatif. Tentu nya semua itu tidak akan berjalan tanpa ada nya dukungan dari pemerintah ato dinas terkait. Pati Kota kecil di jawa tengah di bawah kepemimpinan Bpk.H.Haryanto utk periode kedua ini, menggalak kan program2 untuk bangga dengan produk Pati, Bangga dadi wong Pati. Dari slogan Noto Projo Mbangun deso beliau bersama wk.bupati dan jajaran dinas terkait datang ke desa suwaduk utk melihat potensi desa yang sudah mulai di kenal selama kurang lebih 10th utk kerajinan kulit nya seperti Sepatu, sandal, ikat pinggang, dompet dll. Bpk Haryanto selaku Bupati Pati menghimbau kepada seluruh jajaran pegawai di Dinas kabupaten pati utk memakai produk lokal. Himbauan tersebut bertujuan utk memajukan UMKM di lingkup kabupaten Pati dan bisa membawa dampak positif kepada desa penghasil kerajinan ato produsen. Kedatangan Bpk.Bupati beserta rombongan mendapat tanggapan positif dan antusias dr para pengrajin  kulit di desa suwaduk. Dari berbagai keluhan2 pengrajin di sampaikan kepada bpk bupati spt masalah keterbatasan dana, tenaga yg handal dll. Bpk. H.Haryanto dlm kunjungan nya ke berbagai pengrajin  mengatakan akan memberikan kemudahan2 kredit dan koordinasi dengan perbank kan utk mempermudah proses pinjaman juga akan melakukan pelatihan2 yg di selenggaran dengan dinas terkait. Harapan dari para pengrajin akan membawa kemajuan desa pada khusus nya dan Pati pada umum nya. Semoga dengan slogan Noto projo mbangun deso akan terwujud pada Pati yang maju, Pati mandiri, bangga dadi wong Pati terwujud secara nyata.

#2019 PATI MAJU

#Bangga dadi wong Pati

#SWAT ( Seduluran Wong pATi )

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan